Tak lengkap saranya bila berkunjung ke Kota Bukit Tinggi Sumatera Barat jika tak mampir ke Jam Gadang. Masa penjajahan Belanda Jam Gadang dibangun pada tahun 1925 dengan tiga tingkat. Pada tahun 1926 bangunan

dilanjutkan kembali dengan 6 tingkat. Dibangun sebagai kado untuk sekretaris kota Bukittingi yaitu Rook Maker.Dirancang oleh Yazid Rajo Mangkuto yaitu seorang arsitektur minang. Peletakan batu pertamanya oleh putra Rook Maker yang saat itu masih berusia 6 tahun. Bangunan dasarnya seluas 13 x 4 meter dan tinggi 26 meter. Terdapat 4 jam dengan diameter masing-masing 80 cm yang didatangkan dari Belanda langsung melalui pelabuhan Teluk Bayur. Hanya dua unit saja di dunia, satu digunakan pada Jam Gadang dan satu lagi digunakan jam besar Big Ben di London, Inggris. Nama mesin jamnya Brixlion yang dibuat oleh perusahaan asal Jerman yaitu Vortmann Relinghausen. Keunikan angka Romawi tulisan angka empat yang ada di jam tersebut ditulis IIII, bukan IV. Jam Gadang mengalami tiga kali perubahan atap, bentuk atap pertama pada masa Belanda berbentuk Ayam, zaman jepang dirubah menjadi kelenteng dan pada saat Indonesia merdeka dirubah lambang gonjong rumah gadang. Silahkan datang dan lihat langsung ke Bukit Tinggi Sumatera Barat sambil berselfi ria disana.

Model 3D klik DISINI

Render model 3D Jam Gadang

email : dotcompeng2@gmail.com