Bila kita membaca sejarah Masjid Azizi Medan ternyata Masjid ini adalah Masjid peninggalan Kesultanan Langkat yang berada di kota Tanjung Pura, Kab/ Langkat, Sumatera Utara yang merupakan ibu kota kesultanan Langkat pada masa lalu. Masjid ini terletak di tepi jl. Lntas Sumateara yang menghubungkan Medan dengan Banda Aceh.

Masjid ini mulai dibangun oleh Sultan Langkat Haji Musa pada tahun 1899, selesai dan diresmikan oleh putranya, Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah pada tanggal 13 Juni 1902.

Didirikan di atas tanah seluas 18.000 meter persegi, Masjid Azizi dibangun atas anjuran Syekh Abdul Wahab Babussalam pada masa pemerintahan Sultan Musa al-Muazzamsyah. Mulai dibangun pada tahun 1320 H (1899M) atau setidaknya 149 tahun sejak Langkat resmi berdiri sebagai Kesultanan, namun Sultan Musa wafat sebelum pembangunan masjid selesai dilaksanakan. Pembangunan diteruskan oleh putranya yang bergelar Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah (1897-1927) Sultan Langkat ke-7.

Masjid ini dirancang oleh seorang arsitek berkebangsaan Jerman, Luas bangunan induk berukuran 25 X 25 m dan tinggi 30 m. Ketiga sisi Masjid dilengkapi dengan serambi masing masing di sisi timur, utara dan selatan, masing masing serambi ini berhubungan langsung dengan koridor di tiga sisi masjid dan langsung menuju ke pintu masuk. Tiang serambi yang berdiri di sisi kiri dan kanannya berbentuk persegi delapan mirip menara dalam ukuran kecil dengan bagian ujungnya berbentuk kuncup bunga. Serambi dan teras masjid dilengkapi dengan pilar pilar dan lengkungan khas timur tengah dihias dengan kaligrafi, bentuk geometris dan ukiran floral.

Sedangkan ruang utama masjid dindingnya empat persegi panjang berukuran 20 x 20 m. Lantai ruang utama tadinya berlapis keramik tetapi kini diganti dengan marmer, sisanya lantai keramiknya masih dapat dilihat di bagian tengah lantai ruang utama. Bagian dinding luar ruang utama dihiasi dengan kaligrafi al-Qur an, hiasan geometris, dan floraral. Dinding bagian dalam ruang utama penuh dengan hiasan, sisi bawahnya dilapisi marmer, sedangkan sisi atasnya dihiasi kaligrafi al-Qur an, bentuk geometris dan floral. Mihrab dan mimbar masjid Azizi terbuat dari marmer.  Untuk menara masjidnya terletak di timur laut masjid dengan tinggi sekitar 60 meter. Bagian bawah menara dilengkapi sebuah pintu. Bagian kedua dihiasi dengan sebuah jendela lengkung pada setiap sisinya. Bagian atapnya berbentuk kubah dengan bulan di puncaknya. Secara keseluruhan arsitektural masjid Azizi ini memiliki beberapa kemiripan dengan masjid raya Al Mashun dan masjid Al Osmani di Medan, terutama pada rancang bangun kubahnya yang khas.

ANIMASI 3D Masjid Azizi KLIK DISINI

www.tengbot.com
email : dotcompeng2@gmail.com